ANALISIS TIPOLOGI WILAYAH DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERDESAAN BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL

Pembangunan secara umum dipandang sebagai proses multidimensional yang
mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan
institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi,
penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan (Todaro, 2006).
Sedangkan pembangunan wilayah pada dasarnya merupakan pelaksanaan pembangunan
nasional pada suatu wilayah yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan sosial serta
ekonomi dari wilayah tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut, maka pada hakekatnya
pembangunan harus diarahkan kepada pertumbuhan (growth), kemerataan (equity) dan
keberlanjutan (sustainability) (Rustiadi et al., 2011).
Kebijakan pembangunan yang hanya bertumpu pada kemampuan sektoral, apabila
ditinjau dari ekonomi wilayah akan menimbulkan dua permasalahan, dan tentunya hal ini
tidak sesuai dengan hakekat pembangunan. Pertama, terjadinya disintegrasi struktur
perekonomian dalam pengertian struktur perekonomian cenderung lebih berkembang dan
terpusat pada satu wilayah saja. Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu panjang akan
menimbulkan hubungan yang bersifat eksploitatif antara satu wilayah dengan wilayah
lainnya. Kedua, melemahnya potensi suatu wilayah untuk berkembang yang disebabkan
kurang dimanfaatkannya keunggulan komparatif wilayah (regional comparative advantage)
dan keunggulan kompetitif wilayah (regional competitive advantage) secara terpadu
(Tarigan, 2009).
Dengan demikian, paradigma pembangunan wilayah saat ini perlu memperhatikan
karakteristik wilayah yang dapat meningkatkan potensi wilayah tersebut dan tidak hanya
sekedar memanfaatkan keunggulan komparatif tetapi juga mempunyai keunggulan
kompetitif yang tinggi. Lebih lanjut seperti yang dikemukakan oleh Rustiadi et.al., (2006),
pembangunan berbasis pengembangan wilayah dan lokal memandang penting keterpaduan
antar sektor, antar spasial (keruangan), serta antar pelaku pembangunan di dalam maupun
antar daerah, sehingga setiap program-program pembangunan sektoral dilaksanakan dalam
kerangka pembangunan wilayah. Oleh karena itu menurut Rustiadi et.al., (2011), bahwa
pengembangan wilayah atau pengembangan tata ruang wilayah perlu dimulai dengan
menganalisis kondisi wilayah dan potensi unggulan yang ada di wilayah tersebut selanjutnya
digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan wilayah
berdasarkan keterkaitan antara kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, potensi sumber daya
alam serta ketersediaan prasarana wilayah dalam mendukung aktivitas perekonomian di
wilayah tersebut. Pemilihan prioritas pembangunan yang mengacu pada kebutuhan
masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep pembangunan dengan berbagai dimensi yang diterapkan pada suatu wilayah sering menemukan kenyataan bahwa konsep tersebut memerlukan modifikasi atau penyesuaian ke arah karakteristik lokal.

Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka diperlukan suatu pengembangan
wilayah pedesaan dengan berbasis pada sumberdaya lokal. Berdasarkan uraian yang telah
disampaikan, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis hirarki dan tingkat
perkembangan kecamatan dalam mendukung pengembangan wilayah; 2) Menganalisis
tipologi wilayah berdasarkan kapasitas sumberdaya.

Prosiding Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *